Menganalisis informasi dari internet untuk menunjang pekerjaan kantor

1. KONSEP DATA, INFORMASI, INTERNET
Informasi dapat diibaratkan sebagai
darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam
sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan
perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat
dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi,
dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol
sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis
sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing
dengan lingkungan pesaingnya. Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki
seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa
sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau
berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah
sangat penting dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif.
Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas
adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
Pengertian
Data
Berikut ini beberapa pegertian aata
§ Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang dihadapi
§ Data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions) yang
terjadi
§ Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan
kesatuan nyata.
Kejadian (event) adalah sesuatu yang
terjadi pada saat tertentu. Sebagai contoh, dalam dunia bisnis kejadian-kejadian
nyata yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut
dengan transaksi. Misalnya penjualan adalah transaksi perubahan nilai barang
menjadi nilai uang atau nilai piutang dagang. Kesatuan nyata
adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi. Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data-item. Data merupakan bentuk yang belum dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu suatu model yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk menghasilkan informasi. Hal tersebut dapat dilihat dalam contoh kasus sebagai berikut ; didalam kegiatan suatu perusahaan, dari hasil transaksi penjualan oleh sejumlah salesman, dihasilkan sejumlah faktor-faktor yang merupakan data dari penjualan pada suatu periode tertentu. Faktur-faktur penjualan tersebut masih belum dapat memberikan informasi yang baik bagi manajemen. Untuk pengambilan keputusan bagi manajemen, maka faktur-faktur tersebut harus diolah lebih lanjut untuk menjadi suatu informasi. Sesudah diolah, akan dapat diperoleh informasi, antara lain mengenai :
adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi. Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data-item. Data merupakan bentuk yang belum dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu suatu model yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk menghasilkan informasi. Hal tersebut dapat dilihat dalam contoh kasus sebagai berikut ; didalam kegiatan suatu perusahaan, dari hasil transaksi penjualan oleh sejumlah salesman, dihasilkan sejumlah faktor-faktor yang merupakan data dari penjualan pada suatu periode tertentu. Faktur-faktur penjualan tersebut masih belum dapat memberikan informasi yang baik bagi manajemen. Untuk pengambilan keputusan bagi manajemen, maka faktur-faktur tersebut harus diolah lebih lanjut untuk menjadi suatu informasi. Sesudah diolah, akan dapat diperoleh informasi, antara lain mengenai :
§ Laporan penjualan setiap salesman, yang berfungsi untuk memberikan besarnya
komisi dan bonus.
§ Laporan penjualan setiap daerah, yang berfungsi untuk pelaksanaan promosi
dan periklanan.
§ Laporan penjualan setiap jenis barang, yang berfungsi untuk mengontrol
persediaan barang dan untuk mengevaluasi barang yang tidak atau kurang laku
terjual.
Jenis-jenis
Data
Data dapat berupa nilai yang terformat,
teks, citra, audio, dan video.
§ Data
yang terformat adalah data dengan suatu format
tertentu. Misalnya, data yang menyatakan tanggal atau jam, atau menyatakan
nilai mata uang.
§ Teks adalah sederetan huruf, angka, dan simbol-simbol khusus (misalnya +
dan $) yang kombinasinya tidak tergantung pada masing-masing item secara
individual.
§ Audio adalah data dalam bentuk suara. Instrumen musik, suara orang atau
suara binatang, gemericik air, detak jantung merupakan beberapa contoh data
audio.
§ Video menyatakan data dalam bentuk sejumlah gambar yang bergerak dan bisa saja
dilengkapi dengan suara. Video dapat digunakan untuk mengabadikan suatu
kejadian atau aktivitas.
Pengolahan
Data
Pengolahan data adalah masa atau waktu
yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi
yang memiliki keguanaan. Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data :
Data
input
§ Recording
transaction, data ke sebuah pengolahan data
medium (contoh, punching number ke dalam kalkulator).
§ Coding
transaction, data ke dalam bentuk lain (contoh,
converting atribut kelamin female ke huruf F).
§ Storing
data or information, untuk pengambilan keputusan (potential
information for future).
information for future).
Data
transformation
§ Calculating, operasi aritmatik terhadap data field.
§ Summarizing, proses akumulasi beberapa data (contoh, menjumlah jumlah jam kerja
setiap hari dalam seminggu menjadi nilai total jam kerja perminggu).
§ Classifying
data group-group tertentu
§ Categorizing data kedalam group berdasar karakteristrik tertentu (contoh, pengelompokkan
data mahasiswa berdasar semester aktif)
§ Sorting data kedalam bentuk yang berurutan (contoh, pengurutan nomor
induk karyawan secara ascending)
§ Merging untuk dua atau lebih set data berdasar kriteria tertentu (menggabungkan
data penjualan bulan Januari, Februari dan Maret kedalam group
triwulanan).
§ Matching data berdasar keinginan pengguna terhadap group data
(contoh, memilih semua karyawan yang total pendapatannya lebih dari 15 juta pertahun).
(contoh, memilih semua karyawan yang total pendapatannya lebih dari 15 juta pertahun).
Hirarki
Data
Secara tradisional, data disusun dalam
suatu hierarki yang terdiri dari elemen data, rekaman (record), dan berkas
(file),
§ Elemen
data adatah suatu data terkecil yang
tidak dapat dipecah lagt menjadi unit data yang lairr. Pada data kepegawaian,
elemen data dapat berupa nama pegawai, alamat, kota tempat tinggal, dan atribul
lain yang berkaitan dengan pegawai. Istilah lain untuk elemen data adalah
medan (field), Mom, itenk dan atribut.
§ Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait, Sebagai contoh,
nama, alamat, kota, dan tempat tinggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun
dalam sebuah rekarnan.Istilah lain untuk rekaman adalah tupel dan baris.
§ Berkas adalah
himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas. Berkas
dapat dikatakan sebagai kumpulan data yang ber¬kaitan dengan suatu
subjek. Dalam konteks yang lebih besar, sekumpulan berkas atau tabel
mem-bentuk sebuah basis data. Sebagai contoh, sebuah basis data kepegawai¬an
dapat mengandung sejumlah tabel seperti data pribadi, data presensi, sejarah
kerja, dan sebagainya.
Hirarki Data
Pengertian
Informasi
Informasi
ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi, sehingga informasi
ini sangat penting di dalam suatu organisasi. Informasi (information) dapat didefinisikan sebagai berikut:
§ Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi
yang menerimanya.
§ Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat
ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi
yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik,
akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi
akan dilakukan.
akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi
akan dilakukan.
§ Informasi (Information) adalah data yang
telah dibentuk menjadi sesuatu yang memiliki arti dan berguna bagi manusia
(kent, 2008)
§ Menurut Leitel dan Davis dalam bukunya “Accounting Information System”
menjelaskan bahwa Informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang
lebih berguna dan serta lebih berarti bagi yang menerimany.
Berdasarkan beberapa pendapat yang
dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Informasi adalah sebagai
data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan
tertentu”.
Informasi
adalah Aset Perusahaan
Aset Perusahaan
Dalam perusahaan dikenal 4M dan 1I yang
merupakan aset perusahaan, yang meliputi: Mesin, Material, Modal, Manusia dan
Informasi. Oleh karena iru, Informasi merupakan salah satu sumber daya
penting dalam manajemen modern. Banyak keputusan strategis yang bergantung
kepada informasi. Informasi merupakan sumber daya vital bagi kelangsungan
organisasi bisnis.
Informasi adalah salah satu aset bagi
sebuah perusahaan atau organisasi, yang sebagaimana aset lainnya memiliki nilai
tertentu bagi perusahaan atau organisasi tersebut sehingga harus dilindungi,
untuk menjamin kelangsungan perusahaan atau organisasi, meminimalisir kerusakan
karena kebocoran sistem keamanan informasi, mempercepat kembalinya investasi
dan memperluas peluang usaha. Beragam bentuk informasi yang mungkin dimiliki
oleh sebuah perusahaan atau organisasi meliputi diantaranya: informasi yang
tersimpan dalam komputer (baik desktop komputer maupun mobile komputer),
informasi yang ditransmisikan melalui network, informasi yang dicetak pada
kertas, dikirim melalui fax, tersimpan dalam disket, CD, DVD, flashdisk, atau
media penyimpanan lain, informasi yang dilakukan dalam pembicaraan (termasuk
percakapan melalui telepon), dikirim melalui telex, email, informasi yang
tersimpan dalam database, tersimpan dalam film, dipresentasikan dengan OHP atau
media presentasi yang lain, dan metode-metode lain yang dapat digunakan untuk
menyampaikan informasi dan ide-ide baru organisasi atau perusahaan.
Ciri-ciri
Informasi
Informasi itu sendiri memiliki ciri-ciri
seperti berikut (Davis, 1999):
1. Benar
atau salah. Dalam hal ini, informasi berhubungan
dengan kebenaran terhadap kenyataan. Jika penerima informasi yang salah
mempercayainya, efeknya seperti kalau inforrrasi itu benar.
2. Informasi benar-benar baru bagi si penerima.
3. Informasi dapat memperbarui atau memberikan perubahan terhadap informasi
yang telah ada.
4. Korektif Informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi
terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.
terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.
5. Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan
terhadap informasi semakin meningkat.
Manajemen
Informasi
Kini,
istilah manajemen informasi sangat populer. Yang dimaksud manajemen informasi tidak lain adalah segala
kegiatan yang berkaitan dengan pemerolehan informasi, penggunaan informasi
seefektif mungkin, dan juga pembuangan terhadap informasi (yang tidak berguna
lagi) pada waktu yang tepat (McLeod, 1998).
Ebert dan Griffin (2003) mendefinisikan
manajemen informasi sebagai operasi-operasi internal yang mengatur sumber daya
informasi dalam perusahaan untuk mendukung kinerja dan hasil bisnis.
Pengguna
Informasi
Informasi tidak hanya dipakai untuk
kepentingan internal dalam organisasi, tetapi juga dipakai oleh pihak
eksternal (di luar organisasi).
§ Pemakai internal meliputi staf operasi, manajemen tingkat bawah hingga
manajemen tingkat atas
§ pemakai eksternal dapat berupa pelanggan, pemegang saham, pemasok atau
mitra kerja, dinas pajak, dan lain-lain.
Level
Manajemen dan Pengguna Informasi
Untuk memahami bagaimana informasi
digunakan dalam manajemen, ada baiknya untuk mengetahui level-level manajemen
dalam suatu organisasi. Manajemen biasa dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu
manajemen tingkat atas, manajemen tingkat menengah, dan manajemen tingkat
bawah (Ebert dan Griffin 2003).
§ Manajemen tingkat bawah bertanggung jawab terhadap pengawasan dan pengendalian
kegiatan operasional sehari-hari. Yang termasuk rnanajeamen tingkat bawah
antara lain: penyedia (supervisor), kepala proyek, dan kepala bagian.
§ Manajemen tingkat menengah bertanggung jawab dalam hal perencanaan dan
koordinasi kegiatan-kegiatan jangka pendek yang diperlukan untuk mencapai
tujuan organisasi (pengendalian manajemen). Termasuk dalarn kategori ini,
yaitu manajer pabrik, manajer operasi, dan manajer divisi.
§ Manajemen tingkat atas bertanggung jawab terhadap perencanaan jangka
panjang (yang biasa disebut rencana strategis) dan menetapkan tujuan
organisasi. Termasuk dalam kategori ini yaitu direktur dan wakil direktur.
Level Manajemen dan Pengguna Informasi
Setiap individu, dari manajer hingga
staf operasi, memerlukan informasi yang digunakan untuk melaksanakan
tugas-tugas mereka. Tentu saja, masing-masing berkepentingan terhadap informasi
dengan sifat Yang berbeda-beda. Sebagai contoh, manajer memerlukan informasi
yang ringkas tentang kegiatan operasional, sedangkan staf operasi memerlukan informasi
yang lebih detail
Arus
Informasi
Arus informasi dalam suatu organisasi
dapat mengalir dengan arah mendatar atau vertikal (Hall, 2001). Pada arah
mendatar, informasi digunakan untuk mendukung kegiatan operasional, yang
berupa informasi rinci tentang transaksi. Pembelian barang, tagihan hutang, dan
penggunaan bahan-bahan mentah merupakan beberapa contoh informasi yang
mengalir dalam arah mendatar. Adapun pada arah vertikal, informasi mengalir
pada semua level manajemen. Arus informasi yang mengalir ke atas berisi
rangkuman kinerja operasional. Semakin tinggi level manajemen, semakin ringkas
informasi yang diperlukan. Arus informasi yang mengalir ke bawah berupa
instruksi, kuota, dan anggaran-anggaran.
Arus Informasi
Selain arus informasi mendatar dan
vertikal, informasi juga mengalir dari internal ke eksternal atau sebaliknya.
Interaksi antara pelanggan dengan internal organisasi serta pemasok dengan
internal organisasi berada pada tataran operasional. Adapun pemegang saham
berinteraksi dengan internal organisasi pada level manajemen tingkat atas.
Information
output
§ Displaying
result, menampilkan informasi yang dibutuhkan
pemakai melalui monitor atau cetakan.
§ Reproducing, penyimpanan data yang digunakan untuk pemakai lain yang membutuhkan.
§ Telecommunicating, penyimpanan data secara elektronik melalui saluran
komunikasi.
komunikasi.
Kualitas
Informasi
Kualitas informasi (Prabu, 2006)
diantaranya ditentukan oleh beberapa hal, yaitu :
§ Relevan , dalam hal ini informasi yang diterima harus memberikan manfaat bagi pemakainya.
Kadar relevancy informasi antara orang satu dengan yang
lainnya berbeda-beda tergantung kepada kebutuhan masing-masing pengguna
informasi tersebut. How is the message used for
problem solving (decision masking)?
§ Akurat, yaitu berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan. Selain itu
informasi yang didapatkan tidak boleh bias atau menyesatkan bagi penggunanya,
serta harus dapat mencerminkan dengan jelas maksud dari informasi tersebut.
Ketidak akuratan data terjadi karena sumber dari informasi tersebut mengalami
gangguan dalam penyampaiannya baik hal itu dilakukan secara sengaja maupun
tidak sehingga menyebabkan data asli tersebut berubah atau rusak.
§ Tepat
waktu, Informasi yang dibutuhkan oleh si
pemakai tidak dalam hal penyampaiannya tidak boleh terlambat (usang) karena
informasi yang usang maka informasi tersebut tidak mempunyai nilai yang baik
dan kualitasnya pun menjadi buruk sehingga tidak berguna lagi. Jika informasi
tersebut digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan maka akan berakibat
fatal sehingga salah dalam pengambilan keputusan tersebut. Kondisi tersebut
mengakibatkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk
mendapatkan, mengolah serta mengirimnya memerlukan teknologi terbaru.
Komponen
keakuratan informasi
§ Completeness ; Are necessary message items present ? Hal
ini dapat berarti bahwa informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus
memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan
sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau
menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap
kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah yang terjadi dalam
suatu organisasi tersebut.
§ Correctness ; Are message items correct ? maksudnya
bahwa informasi yang diterima kebenarannya tidak perlu diragukan lagi.
Kebenaran dari informasi tersebut harus dapat dipertanggung jawabkan.
§ Security ; Did the message reach all or only the intended
systems users?Informasi yang diterima harus terjamin keamanan
datanya.
§ Economy (Ekonomis); What level of resources is
needed to move information through the problem-solving cycle ?. Kualitas dari Informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan
juga bergantung pada nilai ekonomi yang terdapat didalamnya.
§ Efficiency(Efisien); What level of resources
is required for each unit of information output ?
§ Reliability (Dapat dipercaya); Informasi yang didapatkan oleh pemakai
harus dapat dipercaya, hal ini menentukan terhadap kualitas informasi serta
dalam hal pengambilan keputusan setiap tingkatan manajemen.
Nilai
Informasi
Fungsi
informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan terkadang diperlukan
dengan proses yang cepat dan tidak terduga. Hal itu mengakibatkan penggunaan
informasi hanya berdasarkan perkiraan-perkiraan serta informasi yang apa
adanya. Dengan perlakukan seperti ini mengakibatkan keputusan yang diambil
tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu untuk memperbaiki
keputusan yang telah diambil maka pencarian informasi yang lebih tepat perlu dilakukan.
Suatu Informasi memiliki nilai karena informasi tersebut dapat menjadikan
keputusan yang baik serta menguntungkan (memiliki nilai informasi yang tepat).
Besarnya nilai informasi yang tepat dapat didapatkan dari perbedaan hsil yang
didapat dari keputusan yang baru dengan hasil keputusan yang lama dikurangi
dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Penghitungan atas informasi
yang tepat memberikan banyak manfaat diantaranya untuk menghilangkan pemborosan
biaya yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam
pengambilan keputusan tersebut (Sofa, 2008).
Menurut Gordon B. Davis nilai informasi
dikatakan sempurna apabila perbedaan antara kebijakan optimal, tanpa informasi
yang sempurna dan kebijakan optimal menggunakan informasi yang sempurna dapat
dinyatakan dengan jelas.
Nilai suatu informasi dapat ditentukan
berdasarkan sifatnya. Tentang 10 sifat yang dapat menentukan nilai informasi,
yaitu sebagai berikut :
§ Kemudahan
dalam memperoleh, Informasi memperoleh nilai yang lebih
sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang penting dan
sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh.
§ Sifat
luas dan kelengkapannya, Informasi mempunyai nilai
yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/ cakupan yang luas dan lengkap.
Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat
digunakan secara baik.
§ Ketelitian (accuracy), Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian
yang tinggi/akurat. Informasi menjadi tidak bernilai jika tidak akurat, karena
akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan.
§ Kecocokan
dengan pengguna (relevance), Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan
kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai
jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan
untuk pengambilan keputusan.
§ Ketepatan
waktu, Informasi mempunyai nilai yang lebih
sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi
berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima/ usang,
karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan.
§ Kejelasan (clarity), Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi.
Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi.
§ Fleksibilitas/
keluwesannya, Nilai informasi semakin sempurna
apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas informasi diperlukan oleh
para manajer/pimpinan pada saat pengambilan keputusan.
§ Dapat
dibuktikan, Nilai informasi semakin sempurna
apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi
bergantung pada validitas data sumber yang diolah.
§ Tidak
ada prasangka, Nilai informasi semakin sempurna
apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya
kesalahan informasi.
§ Dapat
diukur, Informasi untuk pengambilan keputusan
seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna.
Kesalahan
Informasi
Menurut Gordon B. Davis, kesalahan
informasi adalah antara lain disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
§ Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat.
§ Tidak dapat mengikuti prosedur pengolahan yang benar.
§ Hilang/tidak terolahnya sebagian data.
§ Pemeriksaan/pencatatan data yang salah.
§ Dokumen induk yang salah.
§ Kesalahan dalam prosedur pengolahan (contoh: kesalahan program aplikasi
komputer yang digunakan).
§ Kesalahan yang dilakukan secara sengaja.
Penyebab kesalahan tersebut dapat
diatasi dengan cara-cara sebagai berikut:
§ Kontrol sistem untuk menemukan kesalahan.
§ Pemeriksaan internal dan eksternal.
§ Penambahan batas ketelitian data.
§ Instruksi dari pemakai yang terprogram secara baik dan dapat menilai adanya
kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi.
Siklus
Informasi
Untuk
memperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu untuk dijelaskan
bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi.
Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki urutan
proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan dihasilkan informasi
tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu, Dari keputusan atau tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh
kejadian-kejadian tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukkan ke dalam model (proses), begitu seterusnya. Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi
atau siklus pengolahan data , seperti gambar berikut :
tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu, Dari keputusan atau tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh
kejadian-kejadian tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukkan ke dalam model (proses), begitu seterusnya. Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi
atau siklus pengolahan data , seperti gambar berikut :
Siklus Informasi
Klasifikasi
Informasi Berdasarkan Penggunanya
Berdasarkan tingkatan manajemen,
informasi dapat dikelompokkan berdasar penggunanya, yaitu :
§ Informasi
Strategis, Digunakan untuk mengambil keputusan
jangka panjang, mencakup informasi
eksternal (tindakan pesaing, langganan), rencana perluasan perusahaan dan sebagainya.
eksternal (tindakan pesaing, langganan), rencana perluasan perusahaan dan sebagainya.
§ Informasi
Taktis, Digunakan untuk mengambil keputusan
jangka menengah, mencakup informasi
trend penjualan yang dapat dipakai untuk menyusun rencana-rencana penjualan.
trend penjualan yang dapat dipakai untuk menyusun rencana-rencana penjualan.
§ Informasi
Teknis, Digunakan untuk keperluan operasional
sehari-hari, informasi persedian stock, retur penjualan dan laporan kas
harian.
Piramida Informasi
Test
Kebutuhan Informasi
Terdapat 4 tes untuk menjelaskan sebuah
pesan yang spesifik dalam informasi :
§ Kepada siapa (pembuat keputusan) informasi ditujukan ?
§ Untuk keputusan spesifik apa informasi ditujukan ?
§ Sejauh mana informasi dapat digunakan untuk mendeteksi dan memecahkan
masalah ?
§ Sejauh mana (kapan) tingkat pembuatan keputusan ?
Pengetahuan
Pengetahuan (knowledge) adalah kombinasi dari naluri, gagasan,
aturan, dan prosedur yang mengarahkan tindakan atau keputusan (Alter, 1992).
Proses Data, Informasi dan Pengetahuan
Sebagai gambaran, informasi yang
dipadukan dengan pengalaman masa lalu dan keahlian akan memberikan suatu
pengetahuan yang tentu saja memiliki nilai yang tinggi.
Abstraksi Data Informasi
2. Etika warga digital
1. Komunikasi
Komunikasi adalah proses dimana
seseorang (individu) atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat
menciptakan suatu hubungan dengan lingkungan dan orang lain. Bisa dipersingkat,
komunikasi adalah suatu pemindahan informasi dari individu atau kelompok kepada
individu atau kelompok yang lain dimana keduanya saling mengerti apa yang
sedang dibicarakan.
Fungsi komunikasi adalah untuk :
1. Menyampaikan pikiran, ide atau perasaan
2. Tidak terisolasi dari lingkungan
3. Menginginkan sebuah informasi
4. Menambah pengetahuan
Macam komunikasi:
a. Komunikasi orang adalah komunikasi yang
langsung dilakukan oleh manusia.
b. Komunikasi data adalah proses pengiriman
dan penerimaan data atau informasi dari dua atau lebih perangkat yang saling
terhubung dengan jaringan.
2.
Warga Digital
Warga digital adalah orang yang
sadar apa yang baik apa yang salah, menunjukkan kecerdasan perilaku teknologi,
dan membuat pilihan yang tepat ketika menggunakan teknologi.
Warga digital merupakan individu
yang memanfaatkan TI untuk membangun komunitas, bekerja, dan berekreasi. Warga
digital secara umum telah memiliki pengetahuan dan kemampuan mengoperasikan TI
untuk berkomunikasi maupun mengekspresikan sebuah ide. Contohnya bermain
facebook, menulis blog, mencari informasi di forum, dan lain-lain. Sama halnya
dengan warga dunia nyata, semua warga digital memiliki kewajiban untuk menjaga
etiket
Mengapa kewargaan digital itu
penting? Jika Anda ingin memperoleh yang terbaik dalam menggunakan Internet dan
menjaga keamanan serta kesehatan Anda dan rekan, gunakan bahan-bahan berikut
ini untuk mempelajari bagaimana menjadi warga digital yang positif.
3. Mengapa harus memahami etika kewargaan digital
Seringkali pengguna teknologi
digital tidak peduli dengan etiket penggunaan teknologi, tetapi langsung
menggunakan produk tanpa mengetahui aturan serta tata krama penggunaannya. Atau
sudah mengetahui tetapi menganggap etiket digital tidak terlalu penting untuk
diperhatikan. Seringkali para pengguna digital melupakan bahwa walaupun dalam
dunia digital para pengguna tidak saling bertatap muka, tetapi perlu
diperhatikan bahwa di balik setiap akun, di balik setiap posting forum,
terdapat individu lainnya yang dapat tersinggung jika Anda melanggar tata
krama.
Etiket digital dibuat dengan tujuan
untuk menjaga perasaan dan kenyamanan pengguna lainnya. Namun peraturan saja
tidak cukup. Seringkali para pengguna tidak mengetahui aturan tersebut, ataupun
malas membaca peraturan. Kita juga harus mengajarkan setiap pengguna teknologi
digital untuk bertanggungjawab dalam pemanfaatan teknologi.
4. Kewargaan Digital
Kewargaan digital dapat
didefinisikan sebagai norma perilaku yang tepat dan bertanggung jawab terkait
dengan penggunaan teknologi.
Rentang usia warga digital mulai
bergeser, seiring dengan semakin mudahnya akses teknologi, tampilan dan fitur
yang semakin memanjakan pengguna, membuat anak-anak di usia belia telah dapat
memanfaatkan teknologi tersebut untuk berkomunikasi, mencari dan bertukar
informasi di dunia maya. Usia yang masih belia semakin membuka kemungkinan
adanya pelanggaran norma- norma maupun penyebaran informasi penting yang dapat
disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Kewargaan digital adalah konsep yang
dapat digunakan untuk memberikan pengetahuan mengenai penggunaan teknologi
dunia maya dengan baik dan benar. Penggunaan teknologi dunia maya dengan baik
dan benar memiliki banyak implikasi, pemilihan kata yang tepat dalam
berkomunikasi, tidak menyinggung pihak lain dalam update status, tidak
memberikan informasi penting kepada publik, tidak membuka tautan yang
mencurigakan, dan lainnya.
Komponen Kewargaan Digital
Kewargaan digital dapat dibagi
menjadi 9 komponen, yang dikategorikan menjadi 3 berdasarkan pemanfaatannya.
a. Lingkungan belajar dan akademis
Komponen 1. Akses Digital
Setiap orang seharusnya memiliki hak
yang sama dalam mengakses fasilitas IT. Namun kemudian, setiap pengguna TIK
harus menyadari bahwa tidak setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam
mengakses teknologi, baik itu dibatasi oleh infrastruktur maupun oleh
lingkungan komunitas pengguna itu sendiri.
Komponen 2. Komunikasi Digital
Dalam lingkungan belajar, akademis,
maupun lingkungan kerja dan masyarakat umum nantinya, komunikasi merupakan
kewajiban yang harus dilakukan setiap orang untuk dapat bertukar informasi dan
ide. Komunikasi dapat dilakukan secara satu arah, dua arah, antarpribadi maupun
komunikasi dalam forum.
Perkembangan teknologi digital telah
mengubah sikap seseorang dalam berkomunikasi. Berbagai bentuk komunikasi
digital telah tersedia, seperti e-mail, sms, chatting, forum, dan berbagai
bentuk lainnya, memungkinkan setiap individu untuk terus dapat terhubung dengan
individu lainnya.
Setiap warga digital diharapkan
dapat mengetahui berbagai jenis komunikasi menggunakan media digital. Warga
digital juga diharapkan dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari setiap
jenis komunikasi tersebut, sehingga dapat memilih penggunaan komunikasi yang
tepat sesuai dengan kebutuhan.
Komponen 3. Literasi Digital
Dunia pendidikan telah mencoba untuk
mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses belajar mengajar, sehingga
siswa mampu menggunakan teknologi digital untuk mencari dan bertukar informasi.
Namun pada kenyataannya, teknologi yang digunakan dalam dunia kerja sedikit
berbeda dengan yang digunakan di sekolah. Berbagai bidang pekerjaan seringkali
memerlukan informasi yang aktual dan bermanfaat, pekerja dituntut memiliki
kemampuan untuk mencari dan memproses data secara kompleks dalam waktu yang
singkat. Sementara itu, ketergantungan siswa pada pengajar belum seirama dengan
tuntutan dunia kerja.
b. Lingkungan sekolah dan tingkah
laku
4. Hak digital
Sama halnya dengan perlindungan hak
asasi di dunia nyata, para warga digital juga memiliki perlindungan hak di
dunia digital. Setiap warga digital memiliki hak atas privasi, kebebasan
berbicara
Dunia pendidikan telah mencoba untuk
mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses belajar mengajar, sehingga
siswa mampu menggunakan teknologi digital untuk mencari dan bertukar informasi.
Namun pada kenyataannya, teknologi yang digunakan dalam dunia kerja sedikit
berbeda dengan yang digunakan di sekolah.
5. Etiket digital
Seringkali pengguna teknologi
digital tidak peduli dengan etiket penggunaan teknologi, tetapi langsung
menggunakan produk tanpa mengetahui aturan serta tata krama penggunaannya. Atau
sudah mengetahui tetapi menganggap etiket digital tidak terlalu penting untuk
diperhatikan.
ikut membantu pemanfaatan teknologi
secara benar, mengikuti tata krama yang berlaku, baik yang tersirat maupun
tersurat. Contoh nyatanya adalah: tidak melakukan pembajakan konten, tidak
menyebarkan informasi palsu, tidak memancing emosi pengguna teknologi informasi
lainnya.
Komponen 6. Keamanan digital
Dalam setiap komunitas terdapat
individu yang mencuri karya, merusak, ataupun mengganggu individu lainnya.
Meskipun tidak boleh berburuk sangka, kita tidak dapat mempercayai seseorang begitu
saja, karena hal tersebut akan beresiko terhadap keamanan kita. Hal ini berlaku
juga dalam dunia digital.
c. Kehidupan siswa di luar
lingkungan sekolah
Komponen 7. Hukum digital
Hukum digital mengatur etiket
penggunaan teknologi dalam masyarakat. Warga digital perlu menyadari bahwa
mencuri ataupun merusak pekerjaan, data diri, maupun properti daring orang lain
merupakan perbuatan yang melanggar hukum.
Hukum siber (cyber law) di Indonesia
sendiri dapat dikategorikan menjadi 5 aspek besar.
* Aspek hak cipta
* Aspek merek dagang
* Aspek fitnah dan pencemaran nama baik
* Aspek privasi
* Aspek yurisdiksi dalam ruang siber
Komponen 8. Transaksi digital
Warga digital perlu menyadari bahwa
sebagian besar dari proses jual beli telah dilaksanakan secara daring. Berbagai
situs jual-beli lokal dapat dengan mudah diakses oleh penjual dan pembeli,
seperti tokobagus.com, kaskus.co.id, berniaga.com, dan berbagai toko daring
lainnya. Mudahnya akses dan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan
teknologi informasi ikut mendorong tumbuhnya pasar jual beli daring di
Indonesia.
Dalam jual beli daring, penjual dan
pembeli perlu menyadari resiko dan keuntungan yang didapat dari jual beli
daring, mulai dari resiko penipuan, perbedaan barang yang dikirim, lama
pengiriman, hingga legalitas barang yang diperjualbelikan. Warga digital perlu
mengetahui bagaimana menjadi pembeli maupun penjual daring yang baik.
9. Kesehatan digital
Di balik manfaat teknologi digital,
terdapat beberapa ancaman kesehatan yang perlu diperhatikan, seperti kesehatan
mata, telinga, tangan, bahkan keseluruhan badan.
mengatur penggunaan teknologi
digital. Untuk mencegahnya, pengguna perlu menyadari bahaya-bahaya yang dapat
ditimbulkan oleh teknologi digital.
3. Prosedur pencarian informasi
melalui search engine
MENCARI INFORMASI DENGAN SEARCH
ENGINE
a. MENCARI DENGAN KATA TERTENTU
Berikut ini kita akan
mendemonstrasikan cara mencari informasi yang kita butuhkan dengan bantuan kata
tertentu melalui homepage yang dilengkapi dengan search engine. Untuk itu kita
akan menggunakan salah satu search engine yang sudah dijelaskan diatas,
misalnya kita akan menggunakan Google untuk mencari informasi yang kita
butuhkan.
Langkah-langkah yang harus kita
lakukan adalah sebagai berikut :
Bukalah program browser Internet
Explorer, kemudian ketik alamat URL : http://www.google.co.id pada address bar
Internet Exporer. Setelah homepage Google muncul, ketikkan kata kunci informasi
yang ingin kita cari pada kotak pencarian Google, sebagai contoh kita akan
menggunakan kata kunci
Klik tombol Telusuri dengan Google
guna memulai pencarian dan Google akan langsung menuju homepage, situs, atau
web yang berisi informasi yang kita cari. Selain itu kita juga dapat dengan
manekan tombol Enter yang berada pada keyboard. Apabila pencarian berhasil,
maka akn muncul beberapa situs link yang sesuai dengan kata kunci yang disertai
dengan keterangan singkat.
Pilihlah situs link yang menurut
kita tepat, sesuai, atau mendekati dengan informasi yang sedang kita butuhkan.
Caranya, gerakkan mouse ke arah teks pada halaman hasil pencarian Google
tersebut.
Jika tanda panah mouse berubah
menjadi gambar tangan pada teks atau gambar yang kita tunjuk, maka hal itu
menandakan bahwa teks atau gambar tersebut merupakan suatu link yang dapat
membawa kita ke suatu homepage halaman web lain yang mungkin memuat informasi
yang kita butuhkan.
Apabila halaman web yang telah
terbuka benar-benar menyajikan informasi yang kita butuhkan, maka kita dapat
mengambil data informasi tersebut. Sebaliknya apabila halaman web yang
ditampilkan tidak sesuai dengan informasi yang kita cari, maka kita dapat
kembali ke halaman web sebelumnya dengan cara mengklik ikon Back yang terdapat
pada toolbar browser Internet Explorer. Kliklah link yang lain hingga kita
dapat menemukan informasi data yang kita butuhkan.
b. MENCARI MENGGUNAKAN KATA FRASE
Jika kata kunci yang kita gunakan
merupakan bentuk frase yaitu gabungan dari beberapa kata yang mempunyai satu
arti, maka kita tidak dapat memasukkan kata kunci pencarian seperti
langkah-langkah yang telah dijelaskan diatas. Kita harus menambahkan tanda
kutip pada awal dan akhir dari frase yang kita gunakan sebagai kata kunci
Misalnya kita akan menggunakan frase “Teknologi Komputer” sebagai kata kunci,
maka langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah :
Tampilkan search engine Google pada
browser Internet Explorer.
Ketikkan frase kata yang ingin kita
cari pada kotak isian pencarian dengan menambahkan tanda kutip pada awal dan
akhir frase, misalnya kita akan menggunakan frase “Teknologi Informasi” sebagai
kata kunci.
Klik tombol Telusuri dengan Google
atau tekan tombol Enter pada keyboard untuk memulai proses pencarian.
Mesin pencari Google hanya akan
mencari dan menampilkan dokumen-dokumen yang mengandung frase kata teknologi
informasi saja.
Selain dengan penambahan tanda kutip
(“) secara manual, kita juga dapat melakukan pencarian frase dengan menggunakan
pencarian khusus (Advance Search). Langkah-langkah yang kita lakukan untuk
pencarian khusus adalah :
Klik taks link Pencarian Khusus pada
halaman depan Google. Maka halaman pencarian khusus Google akan ditampilkan.
Ketikkan kata frase yang ingin kita
cari pada kotak mengandung frasa berikut.
Klik tombol Telusuri dengan Google
atau tekan Enter untuk memulai pencarian.
Mesin pencari Google hanya akan
mencari dan menampilkan semua dokumen yang mengandung frase kata yang kita
ketikkan.
c. MENCARI DENGAN FUNGSI
PENGECUALIAN
Saat melakukan pencarian, terkadang terdapat
kata-kata penggangu yang membuat pencarian kita menjadi tidak terfokus.
Misalnya kita ingin mengadakan pencarian tentang “Tikus” tanpa menggunakan
kata-kata “Kantor” karena kata kanor merupakan kata pengganggu yang mungkin
saja muncul pada saat pencarian. Kita dapat menghilangkan kata pengganggu
tersebut dari pencarian dengan menggunakan pencarian cenggih. Langkah-langkah
melakukan pencarian dengan menghilangkan kata penggangu adalah sebagai berikut
:
Tampilkan mesin pencari Google pada
browser Internet Explorer.
Klik teks link Pencarian Khusus
hingga kotak dialog pencarian canggih Google ditampilkan.
Ketikklah kata kunci pencarian pada
kotak isian teks mengandung semua kata dari misalnya kata Tikus
Pada kotak isian teks tak mengandung
kata ketikkanlah kata penggangu yang ingin dihilangkan dari pencarian, misalnya
kata Kantor
Klik tombol Telusuri dengan Google
untuk memulai pencarian atau dapat juga dengan menekan tombol Enter pada
keyboard.
Hasil pencarian akan ditampilkan
dengan semua web yang mengandung kata Tikus tanpa adanya kata Kantor yang
dianggap sebagai kata penggangu.
d. MENCARI FILE BERBAHASA INDONESIA
DENGAN FORMAT TERTENTU
Search engine Google mempunyai kemampuan untuk
mencari informasi dengan menggunakan bahasa tertentu, misalnya bahasa
Indonesia. Sehingga dokumen dalam halaman web semua menggunakan bahasa
Indonesia.
File pada halaman web biasanya
berformat HTML (.htm). Namun pada saat ini beberapa mesin pencari telah
dilengkapi kemampuan untuk mencari file dengan format tertentu, misalnya file
dengan format Adobe Acrobat (.pdf). file kompresi (.zip), Ms. Word (.doc), Ms. Excel (.xls), Microsoft
PowerPoint (.ppt), Rich text Format (.rtf), dan masih banyak lagi.
Bila kita akan melakukan pencarian
data informasi dengan file yang menggunakan bahasa Indonesia dan dengan format
file tertentu sesuai dengan keinginan kita, maka langkah yang harus kita
lakukan adalah sabagai berikut :
Tampilkan homepage Google lalu klik
teks link Pencarian Khusus.
Pada kotak teks Mengandung semua
kata dari, ketikkan kata kunci pencarian, Misalnya kita akan menggunakan kata
kunci pencarian David Beckham.
Pada kotak drop-down Bahasa, klik
dan pilihlah bahasa Indonesia.
Jika ingin membatasi waktu tentang
informasi yang akan kita dapatkan, maka pada kotak drop-down Tanggal pilihlah
waktu yang sesuai dengan kebutuhan kita, misalnya informasi pada 6 bulan
terakhir.
Pada kotak drop-down Jenis Berkas,
pilih format file yang dicari. Misalnya file dengan format Microsoft Word, maka
kita pilih isian Microsoft Word (.doc)
Klik tombol Telusuri dengan Google
atau tekan tombol Enter pada keyboard untuk memulai pencarian.
Mesin pencari Google akan
menampilakan informasi data yang berhubungan dengan David Beckham yang
menggunakan bahasa Indonesia dan format file Microsoft Word (.doc).
4. Prosedur pengiriman melalui email
Untuk mengirim file lewat email anda
dapat mengikitu langkah-langkah berikut ini:
1. Klik teks link new. Halama web untuk menulis email
akan ditampilkan.
2. Isikan alamat email penerima dan subjek email
3. Klik Isi email.
4. Selanjutnya cari tombol Attach / Lampirkan dari
komputer dan Klik tombol tsb. dalam kotak dialog select file akan ditampilkan.
5. Bukafolder tempat file yang akan dikirim, anda
dapat mengirim beberapa file sekaligus. selanjutnya, Klik tombol select file.
6. Selanjutnya klik tombol Send untuk mengirim email
bersama file yang sudah dipilih.tunggu sampai halaman web untuk
mengkonfirmasikan pengiriman email berhasil telah ditampilkan.
catatan : anda bisa mengirim file jenis apa saja,
seperti gambar dokumen word, dokumen prestasi dan lain-lain. sekian artikel
singkat cara mengirim file attachment lewat email.
5.Prosedur pengiriman
dan penyimpanan dokumen online
Menyimpan dokumen
online
Menyimpan file ke awan memungkinkan Anda mengaksesnya dari mana
saja dan mempermudah berbagi file dengan keluarga dan teman. Untuk menyimpan
dokumen secara online dengan OneDrive, masuk ke Office.
File Anda disimpan secara online di OneDrive.com dan juga di
folder OneDrive di komputer. Menyimpan file dalam folder OneDrive memungkinkan
untuk bekerja offline, selain secara online, dan perubahan akan disinkronkan
saat Anda tersambung kembali ke internet. Untuk mempelajari selengkapnya
tentang OneDrive, lihat OneDrive.com
Untuk
menyimpan file ke OneDrive
1. Dengan dokumen yang
terbuka dalam program Office, klik File > Simpan
Sebagai > OneDrive.
2. Jika Anda belum masuk,
lakukan sekarang dengan mengklik Masuk.
Atau jika Anda
belum mendaftar akun Microsoft, klik Daftar.
3.
Setelah mendaftar atau masuk, simpan dokumen Anda ke OneDrive.
6.Pengelolaan transaksi
melalui internet
Salah satu isu terbesar
dalam implementasi sistem E-Commerce adalah mengenai mekanisme transaksi
pembayaran via internet. Dalam bisnis konvensional sehari-hari, seseorang biasa
melakukan pembayaran terhadap produk atau jasa yang dibelinya melalui berbagai
cara. Cara yang paling umum adalah dengan membayar langsung dengan alat
pembayaran yang sah (uang) secara tunai (cash). Cara lain adalah dengan
menggunakan kartu kredit (credit card), kartu debit (debet card), cek pribadi
(personal check), atau transfer antar rekening (Kosiur, 1997). Proses
pembayaran biasanya dilakukan di tempat dimana produk atau jasa tersebut
diperjualbelikan.
Sumber: David Kosiur, 1997
Sumber: David Kosiur, 1997
Lokasi tersebut biasa
disebut sebagai POS (Point-Of-Sale). Prinsip pembayaran di dalam sistem
E-Commerce sebenarnya tidak jauh berbeda dengan dunia nyata, hanya saja
internet (dunia maya) berfungsi sebagai POS yang dapat dengan mudah diakses
melalui sebuah komputer pesonal (PC).
Langkah pertama yang biasa
dilakukan konsumen adalah mencari produk atau jasa yang diinginkan di internet
dengan cara melakukan browsing terhadap situs-situs perusahaan yang ada.
Melalui online catalog-nya, konsumen kemudian menentukan barang-barang yang
ingin dibelinya. Setelah selesai “memasukkan” semua barang (pesanan dalam
bentuk informasi) ke dalam digital cart (kereta dorong digital), maka tibalah
saatnya untuk melakukan pembayaran (seperti halnya membawa kereta dorong ke
kasir di sebuah supermarket).
Langkah selanjutnya adalah
konsumen berhadapan dengan sebuah halaman situs yang menanyakan berbagai
informasi sehubungan dengan proses pembayaran yang ingin dilakukan. Informasi
yang biasa ditanyakan sehubungan dengan aktivitas ini adalah sebagai berikut:
1. Cara pembayaran yang ingin dilakukan, seperti: transfer, kartu kredit, kartu debit, cek personal, dan lain sebagainya. Jika menggunakan kartu kredit misalnya, informasi lain kerap ditanyakan, seperti nama yang tercantum dalam kartu, nomor kartu, expire date, dan lain sebagainya. Contoh lain adalah jika menggunakan cek personal, biasanya selain nomor cek, ditanyakan pula nama dan alamat bank yang mengeluarkan cek tersebut.
2. Data atau informasi pribadi dari yang melakukan transaksi, seperti: nama, alamat, nomor telepon, alamat penagihan, dan lain sebagainya. Jika konsumen ingin melakukan pembayaran dengan metoda lain, seperti digital cash atau electronic check misalnya, konsumen diminta untuk mengisi user name dan password terkait sebagai bukti otentik transaksi melalui internet.
3. Bagi perusahaan yang memperbolehkan konsumennya untuk melakukan pembayaran beberapa kali (cicilan), biasanya akan ditanyakan pula termin pembayaran yang dikehendaki.
1. Cara pembayaran yang ingin dilakukan, seperti: transfer, kartu kredit, kartu debit, cek personal, dan lain sebagainya. Jika menggunakan kartu kredit misalnya, informasi lain kerap ditanyakan, seperti nama yang tercantum dalam kartu, nomor kartu, expire date, dan lain sebagainya. Contoh lain adalah jika menggunakan cek personal, biasanya selain nomor cek, ditanyakan pula nama dan alamat bank yang mengeluarkan cek tersebut.
2. Data atau informasi pribadi dari yang melakukan transaksi, seperti: nama, alamat, nomor telepon, alamat penagihan, dan lain sebagainya. Jika konsumen ingin melakukan pembayaran dengan metoda lain, seperti digital cash atau electronic check misalnya, konsumen diminta untuk mengisi user name dan password terkait sebagai bukti otentik transaksi melalui internet.
3. Bagi perusahaan yang memperbolehkan konsumennya untuk melakukan pembayaran beberapa kali (cicilan), biasanya akan ditanyakan pula termin pembayaran yang dikehendaki.
Setelah konsumen mengisi
formulir elektronik tersebut, maka perusahaan yang memiliki situs akan
melakukan pengecekan berdasarkan informasi pembayaran yang telah dimasukkan ke
dalam sistem. Melalui sebuah sistem gateway (fasilitas yang menghubungkan dua
atau lebih sistem jaringan komputer yang berbeda), perusahaan akan melakukan
pengecekan (otorisasi) terhadap bank atau lembaga keuangan yang berasosiasi
terhadap medium pembayaran yang dipilih oleh konsumen (misalnya menghubungi
Visa atau Mastercard untuk jenis pembayaran kartu kredit). Lembaga keuangan
yang terkait kemudian akan melakukan proses otorisasi dan verifikasi terhadap
berbagai hal, seperti: ketersediaan dana, validitas medium pembayaran,
kebenaran informasi, dan lain sebagainya. Jika metode pembayaran yang dipilih
melibatkan lebih dari satu bank atau lembaga keuangan, proses otorisasi dan
verifikasi akan dilakukan secara elektronik melalui jaringan komputer antar
bank atau lembaga keuangan yang ada.
Hasil dari proses
otorisasi dan verifikasi di atas secara otomatis akan “diinformasikan” kepada
pelanggan melalui situs perusahaan. Jika otorisasi dan verifikasi berhasil,
maka konsumen dapat melakukan proses berikutnya (menunggu barang dikirimkan
secara fisik ke lokasi konsumen atau konsumen dapat melakukan download terhadap
produk-produk digital). Jika otorisasi dan verifikasi gagal, maka pesan
kegagalan tersebut akan diberitahukan melalui situs yang sama. Berbagai cara
biasa dilakukan oleh perusahaan maupun bank untuk membuktikan kepada konsumen
bahwa proses pembayaran telah dilakukan dengan baik, seperti:
1. Pemberitahuan melalui email mengenai status transaksi jual beli produk atau jasa yang telah dilakukan;
2. Pengiriman dokumen elektronik melalui email atau situs terkait yang berisi “berita acara” jual-beli dan kwitansi pembelian yang merinci jenis produk atau jasa yang dibeli berikut detail mengenai metode pembayaran yang telah dilakukan;
3. Pengiriman kwitansi pembayaran melalui kurir ke alamat atau lokasi konsumen;
4. Pencatatan transaksi pembayaran oleh bank atau lembaga keuangan yang laporannya akan diberikan secara periodik pada akhir bulan; dan lain sebagainya.
1. Pemberitahuan melalui email mengenai status transaksi jual beli produk atau jasa yang telah dilakukan;
2. Pengiriman dokumen elektronik melalui email atau situs terkait yang berisi “berita acara” jual-beli dan kwitansi pembelian yang merinci jenis produk atau jasa yang dibeli berikut detail mengenai metode pembayaran yang telah dilakukan;
3. Pengiriman kwitansi pembayaran melalui kurir ke alamat atau lokasi konsumen;
4. Pencatatan transaksi pembayaran oleh bank atau lembaga keuangan yang laporannya akan diberikan secara periodik pada akhir bulan; dan lain sebagainya.
Menyangkut transaksi
pembayaran melalui internet, terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan
dengan sungguh-sungguh oleh mereka yang mengembangkan sistem E-Commerce, yaitu:
1. Security – data atau informasi yang berhubungan dengan hal-hal sensitif semacam nomor kartu kredit dan password tidak boleh sampai “dicuri” oleh yang tidak berhak, karena dapat disalahgunakan di kemudian hari;
2. Confidentiality – perusahaan harus dapat menjamin bahwa tidak ada pihak lain yang mengetahui terjadinya transaksi jual beli dan pembayaran, kecuali pihak-pihak yang memang secara hukum harus mengetahuinya (misalnya bank);
3. Integrity – sistem harus dapat menjamin adanya keabsahan dalam proses jual beli, yaitu harga yang tercantum dan dibayarkan hanya berlaku untuk jenis produk atau jasa yang telah dibeli dan disetujuai bersama;
4. Authentication – proses pengecekan kebenaran dimana pembeli maupun penjual merupakan mereka yang benar-benar berhak melakukan transaksi seperti yang dinyatakan oleh masing-masing pihak;
5. Authorization – mekanisme untuk melakukan pengecekan terhadap keabsahan dan kemampuan seorang konsumen untuk melakukan pembelian (adanya dana yang diperlukan untuk melakukan transaksi jual beli); dan
6. Assurance – kondisi dimana konsumen yakin bahwa perusahaan E-Commerce yang ada benar-benar berkompeten untuk melakukan transaksi jual beli melalui internet (tidak melanggar hukum, memiliki sistem yang aman, dsb.).
1. Security – data atau informasi yang berhubungan dengan hal-hal sensitif semacam nomor kartu kredit dan password tidak boleh sampai “dicuri” oleh yang tidak berhak, karena dapat disalahgunakan di kemudian hari;
2. Confidentiality – perusahaan harus dapat menjamin bahwa tidak ada pihak lain yang mengetahui terjadinya transaksi jual beli dan pembayaran, kecuali pihak-pihak yang memang secara hukum harus mengetahuinya (misalnya bank);
3. Integrity – sistem harus dapat menjamin adanya keabsahan dalam proses jual beli, yaitu harga yang tercantum dan dibayarkan hanya berlaku untuk jenis produk atau jasa yang telah dibeli dan disetujuai bersama;
4. Authentication – proses pengecekan kebenaran dimana pembeli maupun penjual merupakan mereka yang benar-benar berhak melakukan transaksi seperti yang dinyatakan oleh masing-masing pihak;
5. Authorization – mekanisme untuk melakukan pengecekan terhadap keabsahan dan kemampuan seorang konsumen untuk melakukan pembelian (adanya dana yang diperlukan untuk melakukan transaksi jual beli); dan
6. Assurance – kondisi dimana konsumen yakin bahwa perusahaan E-Commerce yang ada benar-benar berkompeten untuk melakukan transaksi jual beli melalui internet (tidak melanggar hukum, memiliki sistem yang aman, dsb.).
Dalam perkembangannya,
sistem pembayaran melalui internet dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Mengingat bahwa seluruh mekanisme tersebut dilakukan di sebuah dunia maya yang
penuh dengan potensi kejahatan, maka adalah merupakan suatu keharusan bagi
perusahaan-perusahaan besar untuk melakukan audit terhadap kinerja sistem
pembayaran perusahaan E-Commerce-nya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
bersama. Di pihak konsumen, adalah baik untuk tidak langsung percaya begitu
saja terhadap perusahaan maupun “dunia maya” yang ada. Belajar berbelanja
melalui internet dapat dilakukan dengan melibatkan uang dalam jumlah yang kecil
dahulu. Jika benar-benar tidak diketemukan masalah, barulah secara perlahan
dapat dilakukan frekuensi dan volume jual beli dengan nilai yang lebih besar.
Menggunakan kartu kredit atau kartu debit dengan limit terbatas merupakan salah
satu cara terbaik untuk mulai belajar berbelanja di internet….
.
Komentar
Posting Komentar